Mengenang Dr. Rachmat Widodo Adi
Senin, 14 Apr 2008 15:43
Pada tgl 13 April 2008, salah satu Leader tim Indonesia ke APhO 2008 Rachmat Widodo Adi Ph.D. meninggal dunia terkena serangan jantung. Dia meninggal satu minggu sebelum keberangkatan tim Indonesia ke kompetisi fisika untuk siswa SMA terbaik di Asia (APhO) di Ulaanbaatar, Mongolia 20 – 28 April 2008.
Rachmat lahir 10 September 1960 di Jakarta. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana fisikanya dari Universitas Indonesia tahun 1984, Master of Science in Physics, 1986, dan Doctor of Philosophy in Physics (Experimental Solid State Physics), 1991, dari Department of Physics, Tufts University, Medford, Massachusetts, USA. Disamping itu juga telah berhasil meraih gelar DEA (Diplome d'Etude d'Approfondie) en Rayonnement et Imagerie en Medecine, Option 1: Physique et Radiologique et Medicale (equivalent to Master of Science in Radiological and Medical Physics), 2000, CPAT, Universite Paul Sabatier, Toulouse, France. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S-3nya, dia langsung bekerja di departemen fisika, FMIPA Universitas Indonesia, sebagai dosen dan peneliti.
Pertama kali bergabung dengan TOFI pada tahun 2002 sebagai Deputy Leader di IPhO ke 33 Bali, Indonesia, yang membawa tim berhasil meraih 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Sejak itu setiap tahun dia selalu menjadi Deputy Leader tim Indonesia baik untuk APhO maupun IPhO. Bahkan saat Indonesia menjadi tuan rumah APhO 6 tahun 2005 di Pekanbaru, Riau dipercaya sebagai Chairman oleh pemda Riau. Kenangan yang tak akan terlupakan bagi kita semua ketika tim Indonesia berhasil meraih gelar Absolute Winner pada IPhO 37 tahun 2006 di Singapura dan meraih 4 medali emas dan 1 perak, suatu prestasi yang gemilang dalam keikut sertaan Indonesia diajang kompetisi fisika tingkat Internasional.
Kita telah kehilangan seorang fisikawan dan seorang teman yang baik.
Berikut beberapa komentar dari rekan kerja Rachmat selama ini :
Sahabatku Rachmat Widodo Adi
Pagi ini kudengar berita itu….
Hati ini sedih… sedih kehilangan seorang sahabat.
Bukan sekedar sahabat.. tapi sahabat sejati….
Rachmat sahabatku, masih teringat dalam ingatanku…
Hari-hari bersamamu… bersama kita mengharumkan nama bangsa ….
Masih teringat bagaimana engkau melatih TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia).
Tanpa lelah....
Walaupun sakit… sering engkau paksakan untuk melatih dan melatih…
Tanpa mengeluh…. Tanpa pamrih….
Engkau layak disebut pahlawan bangsa….
Masih teringat saat kita tegang bersama menunggu hasil olimpiade fisika 2006.
Masih teringat saat kita bersorak kegirangan karena Indonesia menjadi juara olimpiade dunia di
Singapura ini…
Sahabatku… semakin ku ingat… semakin sedih hati ini….
Sahabatku… banyak yang telah kau lakukan untuk bangsa ini…
Banyak yang telah kau lakukan untuk komunitas fisika….
Sahabatku… selamat jalan….
Semoga engkau di alam sana dapat tenang…
Kami disini akan melanjutkan perjuangan… ya perjuangan kita…
Perjuangan untuk membuat fisika Indonesia lebih disukai ….
Perjuangan untuk terus mengharumkan nama bangsa…
Perjuangan agar Indonesia menjadi bangsa yang dihormati…
Sekali selamat jalan sahabatku….
Yohanes Surya
Saya mempunyai beberapa kesempatan bekerja bersama beliau di IPhO 2002, IPhO 2004 dan APhO 2006. Juga semenjak awal tahun ini saya mulai full time membantu pembinaan TOFI di bagian theory, sedangkan beliau bersama Pak Sastra dan Pak Yoseph memegang training experiment. Beliau pekerja keras dan mau berkorban untuk Indonesia. Dalam berbagai olimpiade yang saya ikuti, beliau bekerja sampai pagi dalam menerjemahkan soal.
Selamat Jalan pak Rachmat.
Hendra Kwee (Wn)





